Kamis, 30 April 2015

Duel Maut Dua Polisi Berakhir dengan Kematian


Social Media
Partner Site
Login     Tribun JualBeli
Kamis, 30 April 2015

Duel Maut Dua Polisi Berakhir dengan Kematian

Rabu, 29 April 2015 23:55

Duel Maut Dua Polisi Berakhir dengan Kematian
TRIBUN MEDAN / INDRA SIPAHUTAR
Personil kepolisian Polres Serdang Bedagai masing masing Brigadir Dedi Sofyan (37) dan Briptu Sigiro (28) tewas mengenaskan usai terjadi baku tembak di jln Sempit Dusun VI Kelurahan Tualang Kecamatan Perbaungan, Serdang Bedagai, Rabu (29/4/2015). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Feriansyah Nasution - Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUNPEKANBARU.COM, SERGAI - Dua personel polisi dari Polres Serdang Bedagai (Sergai) saling tembak di samping Mapolsek Perbaungan, Rabu (29/4/2015). Keduanya tewas dalam kondisi yang mengenaskan.

Hal itu dibenarkan Kabag Humas Polres Sergai, AKP Jasmoro saat dihubungi melalui selulernya. Namun sangat disayangkan, Jasmoro ketika itu belum bisa memberitahu identitas dari dua personel yang saling tembak. Begitu juga dengan kronologis kejadian karena pihaknya masih melakukan olah TKP bersama Kapolres Sergai.

"Iya, lokasi kejadian bukan di kantor, diluar persis di samping Mapolsek Perbaungan. Kita sedang cari informasi ini ya pak," kata AKP Jasmoro dikonfirmasi tribun medan via telepon, Rabu siang.

Terkait bagaimana kondisi kedua oknum polisi itu, Jasmoro mengaku belum dapat memberi keterangan lebih jauh.

"Nanti kalau sudah ada informasi lengkap kita beritahu," katanya sembari meminta disudahi wawancara.

Kabag Humas Polres Sergai, AKP Jasmoro tidak bisa menjawab beberapa pertanyaan yang dilayangkan wartawan tribun terkait perkembangan seputar kasus dua anggota polisi yang saling tembak di Perbaungan.



from pekanbaru tribunnews

Kisah Gadis 15 Tahun yang Dipaksa Jadi Pelacur untuk Layani Pejabat


Social Media
Partner Site
Login     Tribun JualBeli
Kamis, 30 April 2015

Kisah Gadis 15 Tahun yang Dipaksa Jadi Pelacur untuk Layani Pejabat

Rabu, 29 April 2015 23:48

Kisah Gadis 15 Tahun yang Dipaksa Jadi Pelacur untuk Layani Pejabat
SURYA.co.id - Muhammad Taufik
Gadis 15 tahun yang telah dilacurkan ke pejabat dan pengusaha saat menjadi saksi dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (29/4/2015). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SURABAYA - Sebut saja namanya Bunga. Gadis 15 tahun asal Lamongan ini selama empat bulan dipaksa menjadi pelacur.

Terhitung sejak September hingga Desember 2014 lalu, dia telah dikencani oleh sejumlah pria, termasuk pejabat dan pengusaha.

Dengan mengenakan baju panjang dan berjilbab, Bunga duduk di kursi persidangan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (29/4/2015).

Dia dipanggil untuk menjadi saksi dalam sidang atas terdakwa, Hadi Mulyono (30), warga Sampang, Madura yang telah menjual dirinya ke sejumlah pria hidung belang.

Selain Hadi Mulyono, masih ada empat terdakwa lain yang menjadi terdakwa dalam perkara ini.

Mereka adalah Nurul Ibadah alias Nuri (32), perempuan asal Jl Wonokusumo Surabaya; Saiful Bahri (30), warga Sampang, Madura; Novia Fargaretin Hersitya alias Via (22), perempuan asal Sekaran, Lamongan; dan seorang pengusaha asal Madura bernama Abdul Manaf.

Serta ada juga seorang pejabat dari Madura yang juga menjadi tersangka karena telah menyetubuhi Bunga, namun belum disidangkan. Para terdakwa dalam perkara ini, berkasnya dipisah sehingga mereka juga disidangkan secara terpisah.



from pekanbaru tribunnews

Hanya Perempuan Ini yang Bertahan dan Bilang Jokowi Pengecut


Social Media
Partner Site
Login     Tribun JualBeli
Kamis, 30 April 2015

Hanya Perempuan Ini yang Bertahan dan Bilang Jokowi Pengecut

Rabu, 29 April 2015 23:42

Hanya Perempuan Ini yang Bertahan dan Bilang Jokowi Pengecut
Smh.Com.Au

TRIBUNPEKANBARU.COM - Ada banyak pesan dan harapan yang disampaikan warga Australia di gerbang Kedutaan RI di Sidney, Australia, beberapa jam setelah eksekusi mati dilakukan terhadap Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Mereka berkumpul dan menyampaikan aspirasi mereka terhadap apa yang telah terjadi di Nusa Kambangan, dinihari tadi.

2

S

Namun dari berbagai poster dan spanduk belasungkawa terhadap nyawa kedua terpidana, ada satu spanduk yang tampaknya ditujukan kepada Presiden Jokowi. Ketika orang lain sudah membubarkan diri dari aksi damai itu, ada seorang perempuan yang setia dengan poster putih di tangannya bertuliskan "Widodo a coward" yang berarti "Widodo seorang Pengecut".

Tampaknya hanya perempuan bernama Lynn Russell ini yang bertahan dari puluhan orang yang berkumpul sejak malam dan membubarkan diri di pagi hari.



from pekanbaru tribunnews

Media Australia Ini Pun Menyebut Jokowi Presiden 'Indon'


Social Media
Partner Site
Login     Tribun JualBeli
Kamis, 30 April 2015

Media Australia Ini Pun Menyebut Jokowi Presiden 'Indon'

Rabu, 29 April 2015 23:35

Media Australia Ini Pun Menyebut Jokowi Presiden 'Indon'
http://www.sbs.com.au/
http://ift.tt/1DvPgxO;

TRIBUNPEKANBARU.COM - Entah apa alasan media ini mulai 'menyerang' Indonesia secara verbal. Walaupun merasa murka dengan apa yang terjadi terhadap eksekusi duo Bali Nine, banyak yang menilai tak sepantasnya media ini menyebut Indonesia dengan sebutan 'Indon'.

Pantauan Tribun, di beberapa headline judulnya yang tertera di www.sbs.com.au , sebuah media terbitan Australia, tampak beberapa judul dengan sebutan 'Indon'. Padahal ketika dibuka di tubuh beritanya, tidak ada satupun penyebutan kata 'Indon' di dalamnya.

Indon adalah sebuah istilah yang digunakan Malaysia beserta Pemerintah Malaysia untuk penyebutan negara dan rakyat Indonesia.[1] Di Indonesia sendiri, istilah ini berkonotasi negatif dan dianggap sebagai ejekan atau penghinaan yang setara dengan istilah negro (nigger) yang digunakan dunia berbahasa Inggris untuk ras Negroid. Rakyat dan Pemerintah Indonesia menentang penggunaan istilah Indon tersebut. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur telah berulang-ulang melayangkan surat protes kepada media di Malaysia yang bersikukuh menggunakan istilah ini meski dinilai memiliki konotasi negatif.

Sehubungan dengan itu, pihak Pemerintah Indonesia melalui Sekretaris I Penerangan & Humas KBRI, Eka A. Suripto menjelaskan bahwa pihak Duta Indonesia sudah menyampaikan protes secara resmi kepada duta Malaysia di Indonesia pada 13 Mei 2007. Pemerintah Malaysia kemudian mengambil tindakan dengan mengeluarkan larangan penggunaan istilah ini secara resmi oleh Kementerian Penerangan Malaysia, pada 24 Mei 2007.

Lalu, mengapa Australia kini latah menyebut Indonesia dengan 'Indon' ?



from pekanbaru tribunnews

Menlu Retno Marsudi Akui Presiden Filipina Lobi Jokowi


Social Media
Partner Site
Login     Tribun JualBeli
Kamis, 30 April 2015

Menlu Retno Marsudi Akui Presiden Filipina Lobi Jokowi

Rabu, 29 April 2015 23:22

Menlu Retno Marsudi Akui Presiden Filipina Lobi Jokowi
Tribun Jogja
Terpidana mati Mary Jane mengenakan kebaya saat peringatan Hari Kartini. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Penundaan hukuman mati terhadap warga negara Filipina Mary Jane tidak lepas dari komunikasi yang disampaikan oleh Presiden Filipina Benigno Aquino III kepada Presiden RI Joko Widodo di sela KTT ASEAN pekan lalu di Malaysia.

"Ada pembicaraan atau permintaan presiden Aquino di KTT ASEAN. Intinya presiden Aquino menyampaikan adanya pengakuan dari perekrut Mary Jane," ujar Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (29/04/2015).

Retno Marsudi mengatakan presiden Benigno Aquino III menyampaikan kepada Presiden Jokowi bahwa ada pengakuan dari perekrut Mary Jane.

Pemberitahuan Aquino ini membuat hukuman mati terhadap wanita tersebut dipertimbangkan ulang oleh Jokowi.

"Ini merupakan sesuatu baru yang dipresentasikan presiden Aquino kepada presiden Jokowi," ujar Retno.

Seperti diketahui sebelumnya, Mary Jane yang merupakan warga negara Filipina batal dihukum mati bersama delapan terpidana lainnya.

Padahal Mary Jane dijadwalkan dieksekusi bersama yang lainnya pada dini hari tadi di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.



from pekanbaru tribunnews

Bocah 13 Tahun Perkosa Mayat Janda Muda Usai Intip Adegan Bercinta


Social Media
Partner Site
Login     Tribun JualBeli
Kamis, 30 April 2015

Bocah 13 Tahun Perkosa Mayat Janda Muda Usai Intip Adegan Bercinta

Rabu, 29 April 2015 23:20

Bocah 13 Tahun Perkosa Mayat Janda Muda Usai Intip Adegan Bercinta
Tribun Pekanbaru/ Guruh Budi Wibowo

TRIBUNPEKANBARU.COM, SELATPANJANG - Penyidik Polres Kepulauan Meranti menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan janda tanpa anak di Meranti.

(Baca: Janda Muda di Meranti Tewas Dibunuh, Lalu Dikubur Setengah Telanjang)

Terdapat 23 adegan yang digelar di halaman Polres Kepulauan Meranti, Rabu (29/4/2015).

Dari reka adegan tersebut diketahui ternyata dua pelaku tidak saling kenal.

Keterlibatan pelaku ZA (13) yang sebelumnya diberitakan berumur 17 tahun, berawal saat ia mengintip pelaku IM sedang menindih korban.

Dari pengungkapan IM, ZA hanya membantu memegang kaki korban pada saat IM mencekik korban. Namun IM juga mengungkapkan ZA turut menyetubuhi mayat korban.

(Baca: Satu Lagi, ABG Pembunuh dan Pemerkosa Janda di Meranti Ditangkap)



from pekanbaru tribunnews