Sabtu, 30 Mei 2015

Pengungsi Rohingya di Makassar Tak Mau Pulang ke Myanmar, Takut Dibunuh


Social Media
Partner Site
Login     Tribun JualBeli
Rabu, 27 Mei 2015

Pengungsi Rohingya di Makassar Tak Mau Pulang ke Myanmar, Takut Dibunuh

Selasa, 26 Mei 2015 23:56

Pengungsi Rohingya di Makassar Tak Mau Pulang ke Myanmar, Takut Dibunuh
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Sejumlah warga Rohingya di Wisma Budiman, jl Harimau, Makassar, Sulsel, Senin (25/5). Sebanyak 36 warga Rohingya asal Myanmar yakni terdiri dari 13 anak-anak dan 24 orang dewasa melarikan diri pasca pembantaian massal di negara asalnya. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Ternyata sejak tahun 2012, Makassar jadi tempat penampungan sekitar 200-an pengungsi dan pencari suaka politik asal Rohingya, Myanmar.

Selama tiga tahun lebih, sejak konflik pertama 2011, mereka tinggal menyebar di sejumlah wisma kelas melati di kota ini.

Setiap bulan mereka mendapat 'jatah' makanan dan uang saku sebesar Rp 500 ribu dari perwakilan lembaga kemanusiaan PBB bidang pengungsi, United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR).

Akhir pekan lalu, Wakil Ketua Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Sulsel Yonggris Lao dan beberapa pengurus Walubi, bertemu Muh Toyyib (45), tetua komunitas Muslim Rohingnya Wsma Budi, penampungan sementara UNHCR di Jl Harimau, Kelurahan Maricayya, Makassar.

"Keharmonisan Muslim Rohingya bersama Buddhis Rakhine di Myanmar terkoyak oleh junta militer Myanmar yang kejam," kata Yonggris.
Ada 36 warga pencari suaka Rohingya di penampungan sementara itu. Mereka terdiri dari 13 anak anak dan 24 orang dewasa.

Sebagian besar anggota keluarga, remaja dan ada pula yang berusia balita.
"Kami disini tidak punya kegiatan, karena kami dilarang imigrasi, selain beribadah, yang kami pulang ke wisma," Toyyib (45) di wisma Budi.

Mereka taat hukum internasional, yakni dilarang meninggalkan wilayah Makassar.



from pekanbaru tribunnews

Megawati: Saya Katakan ke Jokowi Agar KAA Tidak Hanya Seremonial


Social Media
Partner Site
Login     Tribun JualBeli
Rabu, 27 Mei 2015

Megawati: Saya Katakan ke Jokowi Agar KAA Tidak Hanya Seremonial

Selasa, 26 Mei 2015 23:53

Megawati: Saya Katakan ke Jokowi Agar KAA Tidak Hanya Seremonial
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Megawati Soekarno Putri. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Megawati Soekarnoputri menyesali semangat Konferensi Asia Afrika yang dihasilkan pada 1955 tidak terulang dalam peringatan ke-60 yang digelar tahun ini.

Menurut Presiden ke-5 RI ini, peringatan KAA seharusnya tidak hanya seremonial, tetapi gagasan yang melahirkan suatu tindak lanjut perbaikan.

"Ketika kemarin peringatan KAA, saya katakan ke Jokowi, buatlah konferensi ini untuk mendapatkan rohnya kembali, bukan hanya membuat bangsa jadi merdeka, setelah merdeka apa yang harus dilakukan," ujar Megawati, saat berpidato dalam Seminar Internasional di Gedung Arsip RI, Jakarta, Selasa (26/5/2015).

Menurut Mega, perayaan KAA tidak cukup hanya dilakukan dengan motivasi sebagai suatu kegiatan seremonial saja. Peringatan KAA membutuhkan tindak lanjut, berupa penyelesaian masalah yang melanda bangsa-bangsa di kawasan Asia dan Afrika.

Mega mengatakan, di tengah perkembangan teknologi dan kemajuan saat ini, sangat sulit bagi para pemimpin bangsa untuk menemukan ide-ide yang berguna bagi kepentingan negara.

Memperingati KAA dan mengingat kembali Gerakan Non-Blok adalah salah satu kegiatan yang diharapkan dapat kembali melahirkan kebijakan-kebijakan demi tercapainya suatu solidaritas antarbangsa.

Sebagai salah satu cara untuk terus mengobarkan semangat tersebut, menurut Mega, adalah dengan mendaftarkan dokumentasi perjalanan KAA dan Gerakan Non-Blok sebagai suatu arsip dunia yang tercatat di Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO).

"Upaya ini sangatlah penting, sebab menyelamatkan arsip dokumen KAA dan Gerakan Non-Blok merupakan suatu cara untuk terus memberikan pencerahan bagi bangsa-bangsa," kata dia.(Abba Gabrillin)



from pekanbaru tribunnews

Ruhut Sitompul: Menteri ESDM Cari Muka ke Jokowi, Takut Diganti


Social Media
Partner Site
Login     Tribun JualBeli
Rabu, 27 Mei 2015

Ruhut Sitompul: Menteri ESDM Cari Muka ke Jokowi, Takut Diganti

Selasa, 26 Mei 2015 23:46

Ruhut Sitompul: Menteri ESDM Cari Muka ke Jokowi, Takut Diganti
TRIBUN/DANY PERMANA
Ruhut Sitompul 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Politikus dari Partai Demokrat Ruhut Sitompul tak menerima pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said terkait pembubaran PT Pertamina Energy Ltd (Petral) yang dihalangi oleh mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Menurut Ruhut, Sudirman Said mencari muka ke presiden Joko Widodo (Jokowi) agar tidak diganti (reshuffle).

"Dia (Sudirman Said) cuma cari muka takut di-reshuffle," ujar Ruhut di acara Indonesia Lawyers Club, Selasa (26/5/2015).

Ruhut mengingatkan kepada Sudirman bahwa ia pernah menjabat sebagai salah satu petinggi di Integrated Supply Chain (ISC) yang berada langsung dibawah PT Pertamina (Persero) pada saat zaman kepemimpinan Presiden SBY.

Dengan demikian, Ruhut ingin Sudirman jangan lupa dengan proses kariernya sebelum menjabat sebagai Menteri ESDM.

"Kalau dapat kekuasaan rada lupa. Kacang lupa dengan kulitnya," ungkap Ruhut.

Ruhut menambahkan bahwa pembahasan Petral sudah dilakukan sejak zaman presiden Megawati Soekarnoputri. Karena hal tersebut, Sudirman dinilai menghancurkan hubungan yang baik antara SBY dengan Presiden Joko Widodo.



from pekanbaru tribunnews

Imam Besar Arab Saudi Meninggal Usai Kumandangkan Azan


Social Media
Partner Site
Login     Tribun JualBeli
Rabu, 27 Mei 2015

Imam Besar Arab Saudi Meninggal Usai Kumandangkan Azan

Selasa, 26 Mei 2015 23:43

Imam Besar Arab Saudi Meninggal Usai Kumandangkan Azan
Istimewa

TRIBUNPEKANBARU.COM, TABUK – Shayem Al Anzi meninggal dunia seusai mengumandangkan azan. Peristiwa ini terjadi di masjid yang masuk Kota Tabuk, Arab Saudi.

Seperti Tribun kutip dari Emirates247, Selasa (26/5/2015), Shayem adalah imam masjid tersebut dan biasa bertugas sebagai muadzin.

Saat itu, dia sedang bersiap memanggil umat Islam agar shalat karena waktunya telah tiba. Tapi beberapa saat saat setelah mengumandangkan adzan, Shayem mendadak terjatuh ke lantai. Tak beberapa lama nyawanya tak dapat diselamatkan.

Dari berita Koran setempat, Sabq, Shayem memang telah lama berharap dapat meninggal di masjid. Ternyata doa itu dikabulkan Tuhan di mana Shayem dipanggil Yang Maha Kuasa di tempat yang dicintainya.



from pekanbaru tribunnews

Terlibat Cyber Crime, Polda Metro Jaya Tangkap 29 Warga Tiongkok


Social Media
Partner Site
Login     Tribun JualBeli
Rabu, 27 Mei 2015

Terlibat Cyber Crime, Polda Metro Jaya Tangkap 29 Warga Tiongkok

Selasa, 26 Mei 2015 23:40

Terlibat Cyber Crime, Polda Metro Jaya Tangkap 29 Warga Tiongkok
Tribunnews.com/Glery Lazuardi
Sejumlah warga negara Tiongkok yang ditangkap aparat dari Polda Metro Jaya di kawasan elite Pondok Indah Jakarta. Mereka terlibat dalam cyber crime. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA – Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah melakukan pendataan sebanyak 29 Warga Negara Tiongkok yang diamankan di Jalan Sekolah Duta V Nomor 55 RT/RW 003/014 Pondok Pinang, Kebayoran Lama.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Herry Heryawan, mengatakan sebanyak dua WN Tiongkok diserahkan ke aparat Ditresnarkoba Polda Metro Jaya untuk ditindaklanjuti ke tahap penyidikan.

Dia menjelaskan, penahanan dilakukan karena kedua orang itu terbukti menyimpan narkotika jenis sabu dan heroin. Namun, dia mengaku tidak bisa menjelaskan berapa barang bukti yang disita.

“Sedang didalami barang bukti. Kuantitas belum dijumlahkan. Ditemukan paket 1 bungkus sabu dan 1 bungkus heroin. Mereka dikenakan UU Narkotika,” ujar AKBP Herry Heryawan ditemui di lokasi, Selasa (26/5/2015).

Sementara, sebanyak 27 WN Tiongkok diserahkan kepada pihak Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Selatan.

“Mereka diserahkan ke pihak imigrasi untuk dilakukan tindakan penyidikan selanjutnya,” tuturnya.

Dalam melakukan penyelidikan, aparat kepolisian Indonesia bekerjasama dengan kepolisian Tiongkok. Sebab, mereka diduga melakukan perbuatan cyber crime terhadap WN Tiongkok di negara asal.



from pekanbaru tribunnews

Pengacara Kenya Tawarkan 150 Hewan Ternak untuk Nikahi Putri Barack Obama


Social Media
Partner Site
Login     Tribun JualBeli
Rabu, 27 Mei 2015

Pengacara Kenya Tawarkan 150 Hewan Ternak untuk Nikahi Putri Barack Obama

Selasa, 26 Mei 2015 23:33

Pengacara Kenya Tawarkan 150 Hewan Ternak untuk Nikahi Putri Barack Obama
cbsnews
Malia Obama. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, NAIROBI — Seorang pengacara asal Kenya menawarkan 50 ekor sapi dan berbagai hewan ternak lainnya kepada Presiden AS Barack Obama agar bisa menikahi Malia, putri sang Presiden yang baru berusia 16 tahun.

Felix Kiprono, nama pengacara Kenya itu, mengatakan, menikahi putri Obama adalah impiannya. Karena itu, dia bersedia membayar mahar berupa 50 ekor sapi, 70 ekor domba, dan 30 ekor kambing untuk mewujudkan impiannya itu.

"Saya sudah tertarik kepadanya (Malia) sejak 2008," kata Kiprono kepada harian The Nairobian.

Tahun 2008 adalah masa jabatan pertama Obama sebagai Presiden AS dan saat itu Malia baru berusia 10 tahun.

"Sejak saya berjanji akan setia kepadanya, sejak itu saya belum pernah berkencan dengan seorang wanita pun. Saya sudah memberi tahu keluarga saya soal mimpi ini dan mereka bersedia membantu saya meningkatkan mahar," kata Kiprono.

Kiprono mengatakan, dia berniat menyampaikan tawarannya kepada Obama saat dia melakukan kunjungan kenegaraan ke Kenya yang dijadwalkan pada Juni mendatang.

"Saya kini sedang merancang surat untuk Obama dan memintanya untuk membawa Malia dalam kunjungannya ke Kenya. Saya harap kedutaan (AS) akan menyampaikan surat saya ini," kata Kiprono.



from pekanbaru tribunnews