- Tribun Jakarta
- Warta Kota
- Tribun Jogja
- Tribun Jabar
- Surya
- Tribun Jateng
- Tribun Bali
- Banjarmasin Post
- Sriwijaya Post
- Bangka Pos
- Tribun Batam
- Tribun Jambi
- Serambi Indonesia
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Sumsel
- Pos Kupang
- Pos Belitung
Hentikan Sekarang Juga Kekerasan terhadap Jurnalis
Sabtu, 2 Mei 2015 18:40
PEKANBARU, TRIBUNPEKANBARU.COM - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Pekanbaru mengajak serta mendesak pemerintah, perusahaan, instansi, dan masyarakat Riau untuk lebih menghargai kerja-kerja jurnalis dalam memperoleh informasi dan menyebarluaskannya ke publiK.
Desakan AJI Pekanbaru ini sebagai refleksi atas World Press Freedom Day atau Hari Kebebasan Pers Internasional, jatuh setiap tanggal 3 Mei saban tahun.
Pada 1993, PBB menetapkan 3 Mei sebagai hari memperingati prinsip dasar kebebasan pers. Bersama masyarakat dunia, AJI seluruh Indonesia, termasuk di Pekanbaru, mengajak masyarakat merayakan Hari Kebebasan Pers Internasional, Minggu (3/5/2015), pukul 06.00-09.00 WIB, di arena Car Free Day, Jalan Diponegoro, Pekanbaru.
Aksi simpati AJI Pekanbaru ini mendapat dukungan dari kawula muda tergabung Forum Pers Mahasiswa (Fopersma) yang tunak di pers kampus di Pekanbaru.
Di antaranya, Bahana Mahasiswa di Universitas Riau, Gagasan di UIN Suska, Visi (Unilak) dan Aklamasi (UIR). Mereka akan ikut meneriakkan kebebasan pers.
Berdasarkan catatan AJI Pekanbaru, Provinsi Riau sangat rentan terhadap kekerasan jurnalis. Dalam menjalankan profesi mulia ini, para jurnalis kerap kali di bawah ancaman. Padahal, kerja-kerja jurnalis Indonesia telah dilindungi undang-undang diatur UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers
Pada 2013, tutur Ketua AJI Pekanbaru, Fakhrurrodzi, ada delapan kasus kekerasan terhadap jurnalis di Riau. Setahun kemudian, 2014, terdapat enam kali kasus kekerasan menimpa wartawan.
from pekanbaru tribunnews
0 komentar:
Posting Komentar