- Tribun Jakarta
- Warta Kota
- Tribun Jogja
- Tribun Jabar
- Surya
- Tribun Jateng
- Tribun Bali
- Banjarmasin Post
- Sriwijaya Post
- Bangka Pos
- Tribun Batam
- Tribun Jambi
- Serambi Indonesia
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Sumsel
- Pos Kupang
- Pos Belitung
Nasib Sektor Properti Kuncinya Ada di Jokowi
Selasa, 5 Mei 2015 23:53
TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Kepastian. Kata ini yang sejatinya sangat dibutuhkan para pelaku bisnis dan industri properti Tanah Air. Terutama, kepastian dalam menetapkan peraturan atau regulasi baru, pasti dalam menjamin, dan menciptakan iklim bisnis yang kondusif, serta pasti dalam keseriusan mengejar target percepatan pembangunan infrastruktur.
"Para pelaku bisnis dan industri properti butuh kepastian. Kuncinya ada di Presiden Joko Widodo (Jokowi), bagaimana kemudian mampu menciptakan iklim bisnis yang kondusif. Tidak mengombang-ambingkan pasar dalam ketidakpastian," tutur Associate Director Research Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, menyoal aktualitas bisnis dan industri properti yang tengah mengalami perlambatan, kepada Kompas.com, Selasa (5/5/2015).
Menurut Ferry, bisnis dan industri properti Indonesia masih prospektif. Kendati penjualan beberapa pengembang yang menyasar segmen pasar menengah ke bawah justru anjlok. Prospektif karena masih ada peluang yakni kebutuhan hunian yang belum terpenuhi setiap tahun secara maksimal.
"Selain itu, pemerintah telah mengalokasikan dana dan memulai pembangunan infrastruktur dasar dengan daya pengaruh luar biasa. Dimulai dengan penyelesaian Tol Trans-Jawa, pengembangan Tol Trans-Sumatera, dan juga Tol Trans-Kalimantan," tambah Ferry.
Pelaku usaha, kata Ferry, butuh kepastian percepatan infrastruktur, dan kepastian menerapkan regulasi baru seperti pengenaan perpajakan (PPN, PBB, NJOP, dan PPnBM) yang dapat menarik minat investor sehingga aksi ekspansinya terakomodasi.
Jadi, walaupun sektor properti secara umum lesu, namun investor asing masih akan melihat Indonesia sebagai peluang besar yang harus ditaklukkan. Indonesia, menurut Ferry, adalah kesempatan investor asing, dan juga lokal untuk mengambil alih properti-properti, dan lahan-lahan potensial untuk dikembangkan.
Saat ini, jika melihat tren ke depan, investor asing lebih tertarik mengakuisisi perkantoran, apartemen, fasilitas logistik, dan pergudangan modern. Jika pemerintah mampu menjadikan dua faktor utama tersebut di atas yakni infrastruktur dan kepastian regulasi, maka dana asing yang masuk pasar properti Indonesia akan lebih deras mengalir.
from pekanbaru tribunnews
0 komentar:
Posting Komentar