Rabu, 08 Juli 2015

Memilih Jenis Kelamin Bayi, Apakah Etis?


Social Media
Login     Tribun JualBeli
Rabu, 8 Juli 2015

Memilih Jenis Kelamin Bayi, Apakah Etis?

Rabu, 8 Juli 2015 16:01

Memilih Jenis Kelamin Bayi, Apakah Etis?
Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pasangan selebriti Kim Kardashian dan Kanye West tampaknya sangat berharap bakal punya anak lelaki. Beberapa sumber mengatakan, pasangan ini sudah memilih jenis kelamin ketika melakukan prosedur bayi tabung. Etiskah memilih jenis kelamin bayi seperti ini?

Di awal tahun ini Kim dan Kanye menjalani prosedur bayi tabung, di mana sel telur yang dipertemukan dengan sperma kemudian ditanam di rahim. Jenis prosedur ini memungkinkan klinik kesuburan memilih embrio dan jenis kelaminnya. Seorang sumber anonim mengatakan pasangan selebriti itu hanya memilih embrio berjenis kelamin laki-laki. Sebagaimana diketahui, mereka sudah memiliki anak perempuan bernama North.

"Kanye sangat menyayangi North tetapi agar hidupnya lengkap, ia ingin punya anak lelaki," kata sumber itu. Mereka berdua mengumumkan mereka bakal punya anak lelaki dan pemilihan jenis kelamin itu tak benar.

Pemilihan jenis kelamin bayi ini termasuk isu kontroversial. Banyak organisasi setuju dengan pemilihan jenis kelamin, ketika calon orangtua menghindari penyakit yang ada kaitannya dengan jenis kelamin seperti hemofilia yang terjadi pada anak lelaki. Tetapi, pemilihan jenis kelamin karena alasan non medis masih dianggap tak etis. Ada keprihatinan praktik sejenis itu mendukung seksism.

"Ketika Anda hanya memilih satu jenis kelamin dibandingkan yang lain, Anda termasuk orangtua yang seksis. Hal itu tak dapat diterima," kata Arthur Caplan, direktur divisi etis medis dari New York University Langone Medical Center.

Tetapi ketika orangtua sudah punya anak dan ingin anak lagi dari jenis kelamin berbeda, hal yang dikenal sebagai penyeimbangan keluarga, beberapa ahli memandangnya dapat diterima secara etika.

The American Society for Reproductive Medicines (ASRM) tidak mengambil sikap tegas terhadap pemilihan jenis kelamin. Namun, mereka mendukung dokter mengembangkan kebijakan untuk praktik mereka sendiri apakah dan dalam keadaan seperti apa mereka bakal melaksanakan pemilihan jenis kelamin.



from pekanbaru tribunnews

0 komentar:

Posting Komentar