- Tribun Jakarta
- Warta Kota
- Tribun Jogja
- Tribun Jabar
- Surya
- Tribun Jateng
- Tribun Bali
- Banjarmasin Post
- Sriwijaya Post
- Bangka Pos
- Tribun Batam
- Tribun Jambi
- Serambi Indonesia
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Sumsel
- Pos Kupang
- Pos Belitung
- Surya Malang
Perusahaan Juga Diminta Terlibat Tangani Masalah Asap di Riau
Selasa, 7 Juli 2015 22:29
Laporan Wartawan tribunpekanbaru.com: Alee Kitonanma
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau diminta untuk segera menangani maslaah kebakaran yang belakangan semakin hari bertambah banyak asapnya.
Ketua Komisi E DPRD Riau, Masnur mengatakan, pada musim kemarau ini, risiko Riau terkena kabut asap sangat rentan. Apalagi saat ini menurut Badan Meteologi dan Geofisika, angin elnino sudah masuk ke daerah Riau, sehingga akan berdampak kepada peningkatan suhu di Riau.
"Kita juga mengharapkan pihak desa agar mengontrol masyarakat yang melakukan pembalakan liar, pembakaran dan kegiatan lainnya di hutan, sehingga kebakaran ini tidak meluas kemana-mana," kata Masnur, Sealsa (7/7).
Masnur juga mengimbau, agar penanganan kabut asap ini harus dilakukan secara konferhensif, jangan sampai pada saat musim kemarau saja dilakukan. "Bahkan, kalau perlu sebelum musim kemarau pemerintah melalui instansi terkait dapat mengantisipasi masalah ini," imbuhnya.
Dia juga mengatakan, penanganan masalah asap tersebut harus ditangani sedari awal, jangan sudah terjadi baru kemudian turun kelapangan. Pihak perusahaan menurut Masnur juga patut diminta untuk terlibat secara aktif membantu penanggulangan masalah asap ini.
"Pihak perusahaan juga harus ikut serta dalam menangani kasus ini. Karena masalah kebakaran hutan merupakan masalah kita bersama," ujarnya.
Politisi Golkar ini juga mengharapkan pemerintah dan pihak perusahaan harus on call. Selain itu, pemerintah dan dinas-dinas terkait juga harus turun di titik yang sering terjadi pusat api.
"Jangan sampai mereka sifatnya menunggu saja di kota, setelah terjadi kebakaran mereka baru turun kelapangan. Kami harapkan ini segera ditangani dari sekarang," tuturnya. (*)
from pekanbaru tribunnews
0 komentar:
Posting Komentar