Rabu, 08 Juli 2015

Perusahaan Juga Diminta Terlibat Tangani Masalah Asap di Riau


Social Media
Login     Tribun JualBeli
Rabu, 8 Juli 2015

Perusahaan Juga Diminta Terlibat Tangani Masalah Asap di Riau

Selasa, 7 Juli 2015 22:29

Perusahaan Juga Diminta Terlibat Tangani Masalah Asap di Riau
Tribun Pekanbaru/Melvinas Priananda
Kabut Asap Mulai Selimuti Pekanbaru - Kabut asap tipis akibat kebakaran hutan dan lahan mulai menyelimuti daerah Pekanbaru seperti yang tampak pada Rabu (1/7/2015) 

Laporan Wartawan tribunpekanbaru.com: Alee Kitonanma

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau diminta untuk segera menangani maslaah kebakaran yang belakangan semakin hari bertambah banyak asapnya.

Ketua Komisi E DPRD Riau, Masnur mengatakan, pada musim kemarau ini, risiko Riau terkena kabut asap sangat rentan. Apalagi saat ini menurut Badan Meteologi dan Geofisika, angin elnino sudah masuk ke daerah Riau, sehingga akan berdampak kepada peningkatan suhu di Riau.

"Kita juga mengharapkan pihak desa agar mengontrol masyarakat yang melakukan pembalakan liar, pembakaran dan kegiatan lainnya di hutan, sehingga kebakaran ini tidak meluas kemana-mana," kata Masnur, Sealsa (7/7).

Masnur juga mengimbau, agar penanganan kabut asap ini harus dilakukan secara konferhensif, jangan sampai pada saat musim kemarau saja dilakukan. "Bahkan, kalau perlu sebelum musim kemarau pemerintah melalui instansi terkait dapat mengantisipasi masalah ini," imbuhnya.

Dia juga mengatakan, penanganan masalah asap tersebut harus ditangani sedari awal, jangan sudah terjadi baru kemudian turun kelapangan. Pihak perusahaan menurut Masnur juga patut diminta untuk terlibat secara aktif membantu penanggulangan masalah asap ini.

"Pihak perusahaan juga harus ikut serta dalam menangani kasus ini. Karena masalah kebakaran hutan merupakan masalah kita bersama," ujarnya.

Politisi Golkar ini juga mengharapkan pemerintah dan pihak perusahaan harus on call. Selain itu, pemerintah dan dinas-dinas terkait juga harus turun di titik yang sering terjadi pusat api.

"Jangan sampai mereka sifatnya menunggu saja di kota, setelah terjadi kebakaran mereka baru turun kelapangan. Kami harapkan ini segera ditangani dari sekarang," tuturnya. (*)



from pekanbaru tribunnews

0 komentar:

Posting Komentar