- Tribun Jakarta
- Warta Kota
- Tribun Jogja
- Tribun Jabar
- Surya
- Tribun Jateng
- Tribun Bali
- Banjarmasin Post
- Sriwijaya Post
- Bangka Pos
- Tribun Batam
- Tribun Jambi
- Serambi Indonesia
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Sumsel
- Pos Kupang
- Pos Belitung
'Biar Masalah Tak Panjang, Presiden Tak Usah Campuri Masalah Novel'
Sabtu, 2 Mei 2015 18:52
TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Pengajar di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Umar Husin berharap presiden Joko Widodo tidak melakukan intervensi terhadap persoalan hukum yang dialami Novel Baswedan.
Menurutnya, lebih baik kasus yang mendera Novel dapat berjalan sesuai prosedur hukum.
"Intervensi nggak menyelesaikan masalah. Biarkan saja berjalan. Kalau intervensi tidak ada kepastian (penyelesaian)," kata Umar di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (2/5/2015).
Umar menuturkan, proses hukum Novel Baswedan hendaknya dilakukan secara transparan.
Karena menurutnya, masyarakat kini dapat mudah melakukan kontrol terhadap kasus yang banyak disebut pegiat antikorupsi sebagai kriminalisasi KPK itu.
"(Kalau intervensi) nanti kasihan Novelnya, nggak ketahuan benar atau salahnya. Seperti kasus Bibit-Chandra sampai sekarang statusnya nggak jelas," tuturnya.
Umar pun menyayangkan bila ada pihak yang melakukan intervensi terhadap penyidik. Menurutnya, tidak dibenarkan bahwa penyidik dapat diintervensi bahkan oleh presiden sekalipun tidak bisa.
"Penyidik itu mandiri. Benar presiden atasan Kapolri, tapi Kapolri pun tidak punya kewenangan intervensi," ujarnya. (*)
from pekanbaru tribunnews
0 komentar:
Posting Komentar