- Tribun Jakarta
- Warta Kota
- Tribun Jogja
- Tribun Jabar
- Surya
- Tribun Jateng
- Tribun Bali
- Banjarmasin Post
- Sriwijaya Post
- Bangka Pos
- Tribun Batam
- Tribun Jambi
- Serambi Indonesia
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Sumsel
- Pos Kupang
- Pos Belitung
Inilah Ciri-ciri Fisik Pria yang Kualitas Spermanya Buruk
Sabtu, 16 Mei 2015 01:18
TRIBUNPEKANBARU.COM - Tubuh pria yang atletis dan macho bukan jaminan bisa memberikan keturunan. Kualitas kesuburan seorang pria turut menentukan harapan dan peluang memiliki keturunan. Faktor kesuburan seorang pria yang paling penting dan utama adalah kualitas sperma
Kualitas sprema yang sehat dan mampu membuahi ditentukan dari faktor makanan, olahraga dan gaya hidup. Oleh karena itu agar sperma Anda sehat dan berkualitas, menjaga dan meningkatkan kualitas sperma pria adalah hal penting dan wajib.
Namun perlu diketahui ternyata ada beberapa ciri fisik dari seorang pria yang memiliki kualitas sperma yang buruk, sperti yang dilansir dari MensHealth.
Suara berat
Para ahli dari University of Western Australia melakukan penelitian dan hasilnya menunjukkan bahwa suara laki-laki bisa menunjukkan kualitas spermanya. Laki-laki bersuara berat cenderung spermanya buruk, sebaliknya yang bersuara cempreng spermanya lebih bagus.
Bagaimana hal ini bisa terjadi? Menurut para peneliti dikatakan hal ini karena dipengaruhi oleh produksi hormon seks lelaki, yaitu testosteron. Bila suara Anda terdengar begitu berat, bisa jadi ini menunjukkan produksi testosteron yang berlebihan, yang dalam jumlah tertentu justru menghambat proses pembentukan sel-sel sperma pada jaringan testis.
Jari telunjuk pendek
Ternyata riwayat hormonal ketika dalam kandungan dapat mempengaruhi ukuran jari seorang pria. Bila banyak terpapar hormon testosteron ketika dalam kandungan, maka ukuran jari telunjuknya menjadi cenderung lebih pendek bila dibandingkan dengan ukuran jari manis.
Bila paparan hormon testosteron begitu tinggi dalam kandungan, kemungkinan akan mempengaruhi kehidupan seksual seorang pria pada masa dewasanya. Hal lain berikutnya akan meningkatkan risiko kanker prostat, kondisi ini juga menjadikan produksi sperma bisa berkurang.
from pekanbaru tribunnews
0 komentar:
Posting Komentar