Jumat, 15 Mei 2015

Jokowi Batal Datang, Peresmian Kawasan Mandeh Diundur


Social Media
Partner Site
Login     Tribun JualBeli
Sabtu, 16 Mei 2015

Jokowi Batal Datang, Peresmian Kawasan Mandeh Diundur

Sabtu, 16 Mei 2015 08:28

Jokowi Batal Datang, Peresmian Kawasan Mandeh Diundur
kompas.com
Laut biru, bukit, dan pulau menjadi daya tarik pemandangan yang dapat dilihat wisatawan dari Puncak Mandeh, di Sumatera Barat, Kamis (14/5/2015).
TRIBUNPEKANBARU.COM, PADANG - Presiden Joko Widodo sedianya menghadiri acara peresmian kawasan wisata di Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Sabtu (16/5/2015). Namun, Jokowi berhalangan hadir dalam acara tersebut sehingga persemian kawasan wisata pun diundur. 
Hal tersebut diutarakan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago dalam pertemuan di Kantor Gubernur Sumatera Barat, Jumat (15/5/2015) malam. 
"Diundur, bukan dibatalkan. Karena Presiden awal Juni ini mulai konsentrasi ke acara keluarga beliau dan ada beberapa acara lain," ujar Andrinof. 
Diketahui, Jokowi tengah sibuk menyiapkan pernikahan anaknya, Gibran Rakabuming yang akan berlangsung pada 11 Juni 2015. Oleh karena itu, peresmian kawasan wisata Mandeh akan dilakukan setelah pernikahan anak Jokowi berlangsung. 
"Begitu selesai resepsi anaknya, beliau akan ke Sumatera Barat dan akan mencanangkan kawasan Mandeh," kata Andrinof. 
Selaku menteri yang membidangi pembangunan wilayah di Indonesia, Andrinof mendukung penuh berkembangnya kawasan wisata Mandeh. Rencananya, hari ini akan diadakan juga festival Mandeh dan Mandeh Joy Sailing di kawasan wisata tersebut. 
Selain Andrinof, hadir juga Menteri Pariwisata Arief Yahya untuk melihat kegiatan tersebut. Menurut Andrinof, kegiatan-kegiatan yang diadakan di kawasan wisata Mandeh berdampak positif untuk memajukan potensi pariwisata di Sumatera Barat. 
"Tinggal bagaimana kita manfaatkan potensi itu dan peluang sebagai daerah yang strategis, punya objek wisata yang luar biasa," ujarnya. Bahkan, kata dia, Bappenas dan Kementerian Pariwisata menjadikan pengembangan kawasan wisata ini ke dalam Rencana Pemerintah Jangka Menengah Daerah (RPJMD). 
"Potensi besar ini jangan terlalu lama dibiarkan. Kita harus berbuat apa yang bisa untuk memajukan," ucap dia. (kompas.com)


from pekanbaru tribunnews

0 komentar:

Posting Komentar