Jumat, 07 Agustus 2015

Inovasi Alarm Anti Pelecehan Seksual dan Pemerkosaan


Social Media
Login     Tribun JualBeli
Jumat, 7 Agustus 2015

Inovasi Alarm Anti Pelecehan Seksual dan Pemerkosaan

Jumat, 7 Agustus 2015 20:56

Inovasi Alarm Anti Pelecehan Seksual dan Pemerkosaan
TELEGRAPH.CO.UK
Seorang mahasiswi Inggris menciptakan alat perlindungan wanita yang dinamakan Personal Guardian. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Seorang mahasiswi Univeristy of Strathclyde, Inggris bernama Rebecca Pick (22) menciptakan sebuah alat yang dinamakan Personal Guardian. Alat ini merupakan sebuah alarm untuk melindungi para wanita yang dapat menangkal tindakan pelecehan seksual bahkan tindak pemerkosaan dimana cukup menempelkannya pada tali bra atau busana.

Alat ini akan terhubung melalui bluetooth pada ponsel. Cara kerjanya adalah apabila Anda mengalami tindak pelecehan seksual, Anda tinggal menekan tombol pada alarm tersebut. Tombol itu secara otomatis menghubungkan Anda dengan layanan monitoring independen. Mereka akan mendengarkan Anda melalui ponsel Anda untuk mengetahui apakah Anda berada dalam bahaya.

Apabila Anda benar-benar dalam keadaan bahaya, maka mereka akan menggunakan layanan GPS dan mengirimkan polisi ke lokasi di mana Anda berada saat itu. Pick memperoleh ide untuk menciptakan Personal Guardian setelah seorang temannya di kampus mengalami tindakan pemerkosaan dan tidak ada seorangpun yang mendengar teriakannya.

Alarm ini berukuran 6 cm x 3,5 cm dan memiliki berat hanya 40 gram. Alarm Personal Guardian akan diluncurkan pada bulan Oktober mendatang di Inggris. Alat ini gratis, namun pengguna diharuskan membayar 5 hingga 10 poundsterling atau setara sekitar Rp 105.000 hingga Rp 210.000 per bulan untuk servis layanan monitoring independen.

Mengutip The Telegraph, Pick menyatakan bahwa ia sama sekali tidak berminat untuk memperoleh keuntungan dari alat Personal Guardian ini. Padahal, ia telah mendapatkan investasi sebesar 60.000 poundsterling atau sekitar Rp 1,2 miliar dari Gabriel Investment. Selain itu, Pick juga mengaku kini ia masih menerima gaji dengan besaran upah minimum.

Meskipun demikian, ide brilian Pick ini menuai pro dan kontra. Sebagian pihak menyatakan bahwa alat Personal Guardian yang diciptakan oleh Pick tidak akan menyelesaikan 90 persen permasalahan tindak pelecehan seksual hingga pemerkosaan yang terjadi hingga hari ini.

Namun, Pick berupaya menjelaskan alasannya menciptakan Personal Guardian. "Teknologi ini berusaha untuk memberikan layanan bermanfaat guna melindungi banyak orang. Saya pikir setiap wanita harus melakukan hal terbaik termasuk saat harus melindungi diri mereka sendiri," ujar Pick. (The Telegraph)



from pekanbaru tribunnews

0 komentar:

Posting Komentar