- Tribun Jakarta
- Warta Kota
- Tribun Jogja
- Tribun Jabar
- Surya
- Tribun Jateng
- Tribun Bali
- Banjarmasin Post
- Sriwijaya Post
- Bangka Pos
- Tribun Batam
- Tribun Jambi
- Serambi Indonesia
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Sumsel
- Pos Kupang
- Pos Belitung
- Surya Malang
Menkumham Menilai Beberapa Lapas seperti Ikan Pepes
Jumat, 7 Agustus 2015 20:53
TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALPINANG - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly mengaku prihatin pada kondisi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang jumlah penghuninya melebihi daya tampung lapas, sehingga tidak sesuai lagi dengan prinsip hak asasi manusia. Yasona sampai mengibaratkannya dengan ikan pepes.
"Orang-orang di beberapa lapas disusun seperti ikan pepes dan ini sangat memprihatinkan sekali," kata Yasonna di Pangkalpinang, Jumat (7/8/2015.
Lasonna mengaku pernah sengaja mengundang Ketua Komnas HAM berkunjung dan melihat kondisi di beberapa lapas. Adapun lapas yang dikunjungi itu antara lain Lapas Balikpapan, Bagansiapiapi, Jakarta, dan Bogor yang sudah melebihi daya tampungnya.
"Kalau lapas di Bangka Belitung masih cukup baik dan belum mengalami kelebihan kapasitas," ujar dia.
Menurut dia, ada standar minimum lapas. Kendati para penghuni lapas adalah para pelanggar hukum, mereka tetap punya hak kemerdekaan, hak berkomunikasi, dan hak bersama keluarga.
"Kita tidak boleh merampas hak-hak fundamental lainnya karena bertentangan dengan prinsip-prinsip HAM," ujar Yasonna.
Ia menegaskan, Kementerian Hukum dan HAM tidak boleh menjadi kementerian pelanggar HAM. Oleh karena itu, kementerian ini menerapkan sistem berbasis HAM dan membenahi serta memperbanyak lapas agar warga binaan mendapatkan hak-hak fundamentalnya.
"Menerapkan lapas berbasis HAM ini penting. Karena secara tidak langsung kita sudah menerapkan konvensi-konvensi human right," ujarnya. (antara)
from pekanbaru tribunnews
0 komentar:
Posting Komentar