Sabtu, 05 September 2015

Pengungsi Timur Tengah Pindah Agama Demi Bisa Tinggal di Jerman


Social Media
Login     Tribun JualBeli
Minggu, 6 September 2015

Pengungsi Timur Tengah Pindah Agama Demi Bisa Tinggal di Jerman

Minggu, 6 September 2015 08:35

Pengungsi Timur Tengah Pindah Agama Demi Bisa Tinggal di Jerman
AP Photo
Pria asal Iran, Mohammed Ali Zonoobi (kaus putih) tengah menjalani ritual pembabtisan di sebuah gereja di Berlin, Jumat (4/9/2015). Zonoobi adalah satu dari ratuan pengungsi asal Iran dan Afganistan yang memilih untuk memeluk Kristen demi memperbesar peluang mereka diterima di Jerman. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BERLIN - Demi meningkatkan peluang ditampung di negara baru, berbagai cara digunakan para pengungsi Timur Tengah yang tiba di Jerman. Salah satunya adalah mengganti agama mereka menjadi Kristen.

Salah satunya adalah Mohammed Ali Zonoobi yang baru saja resmi menjadi seorang pemeluk Kristen pada Jumat (4/9/2015), setelah dibabtis di sebuah gereja di Berlin, Jerman.

"Maukah kamu menjauhkan diri dari setan dan bujukan jahatnya?" ujar pastor Gottfried Martens sambil menyiramkan air suci ke kepala pengungsi asal Iran itu.

"Ya," kata Zonoobi menjawab pertanyaan sang pastor. Usai jawaban itu, pastor Gottfried kemudian memberikan berkat dan membabtis Zonoobi, yang kemudian juga mengganti namanya menjadi Martin.

Zonoobi, seorang tukang kayu dari Shiraz, Iran, tiba di Jerman bersama istri dan dua anaknya lima bulan lalu. Dia adalah satu dari ratusan pengungsi asal Iran dan Afganistan yang menjadi Kristen dalam beberapa waktu belakangan.

Sama seperti Zonoobi, saat ditanya alasan berganti agama, mereka mengaku telah menemukan kebenaran dalam ajaran Kristen. Namun, patut diduga alasan utama mereka menjadi Kristen adalah untuk memperbesar peluang ditampung di negeri dengan perekonomian terbesar di Eropa itu.

Gottfried Martens menyadari, berganti agama sangat terkait dengan masalah peluang para pengungsi itu tinggal di Jerman. Namun, bagi Gottfried, alasan mereka menjadi Kristen tak penting.



from pekanbaru tribunnews

0 komentar:

Posting Komentar