- Tribun Jakarta
- Warta Kota
- Tribun Jogja
- Tribun Jabar
- Surya
- Tribun Jateng
- Tribun Bali
- Banjarmasin Post
- Sriwijaya Post
- Bangka Pos
- Tribun Batam
- Tribun Jambi
- Serambi Indonesia
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Sumsel
- Pos Kupang
- Pos Belitung
Jokowi Diminta Libatkan Ahli Sejarah dalam Penyusunan Pidato
Kamis, 4 Juni 2015 19:41
TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Pengamat politik Yudi Latif menilai, kesalahan penyebutan tempat lahir Presiden pertama RI Soekarno oleh Presiden Joko Widodo dalam pidato resminya terjadi karena tim pembuat naskah pidato kurang mumpuni. Jokowi menyebut Blitar sebagai tempat lahir Soekarno, padahal sang proklamator lahir di Surabaya.
Yudi menyarankan Jokowi mempekerjakan ahli dari berbagai bidang untuk menyusun pidatonya. Belajar dari kesalahan penyebutan tempat lahir ini, salah satu yang paling krusial untuk dipekerjakan Jokowi adalah ahli sejarah.
"Hampir semua pidato seorang presiden itu ada kaitannya dengan perjalanan bangsa ke belakang. Jadi, harus ada ahli sejarah yang mengecek ketepatan historis," kata Yudi kepada Kompas.com, Kamis (4/6/2015).
Menurut Yudi, pidato yang akan dibacakan Jokowi harus dicek berulang-ulang oleh orang yang berbeda. Dengan begitu, potensi kesalahan bisa ditekan seminim mungkin.
"Cek ulang itu seharusnya sudah menjadi standar operasional prosedur. Editor bahasa juga harus ada," kata Yudi.
Pidato Jokowi saat berkunjung ke Blitar, Senin (1/6/2015), dalam memperingati Hari Pancasila menjadi perbincangan di media sosial. Dalam pidato itu, Jokowi mengungkapkan kekagumannya kepada Soekarno.
"Setiap kali saya berada di Blitar, kota kelahiran proklamator kita, bapak bangsa kita, penggali Pancasila, Bung Karno, hati saya selalu bergetar," kata Jokowi. (kompas.com)
from pekanbaru tribunnews
0 komentar:
Posting Komentar