Kamis, 04 Juni 2015

Jokowi Diminta Libatkan Ahli Sejarah dalam Penyusunan Pidato


Social Media
Partner Site
Login     Tribun JualBeli
Kamis, 4 Juni 2015

Jokowi Diminta Libatkan Ahli Sejarah dalam Penyusunan Pidato

Kamis, 4 Juni 2015 19:41

Jokowi Diminta Libatkan Ahli Sejarah dalam Penyusunan Pidato
KOMPAS/LUCKY PRANSISKA
Yudi Latif. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Pengamat politik Yudi Latif menilai, kesalahan penyebutan tempat lahir Presiden pertama RI Soekarno oleh Presiden Joko Widodo dalam pidato resminya terjadi karena tim pembuat naskah pidato kurang mumpuni. Jokowi menyebut Blitar sebagai tempat lahir Soekarno, padahal sang proklamator lahir di Surabaya.

Yudi menyarankan Jokowi mempekerjakan ahli dari berbagai bidang untuk menyusun pidatonya. Belajar dari kesalahan penyebutan tempat lahir ini, salah satu yang paling krusial untuk dipekerjakan Jokowi adalah ahli sejarah.

"Hampir semua pidato seorang presiden itu ada kaitannya dengan perjalanan bangsa ke belakang. Jadi, harus ada ahli sejarah yang mengecek ketepatan historis," kata Yudi kepada Kompas.com, Kamis (4/6/2015).

Menurut Yudi, pidato yang akan dibacakan Jokowi harus dicek berulang-ulang oleh orang yang berbeda. Dengan begitu, potensi kesalahan bisa ditekan seminim mungkin.

"Cek ulang itu seharusnya sudah menjadi standar operasional prosedur. Editor bahasa juga harus ada," kata Yudi.

Pidato Jokowi saat berkunjung ke Blitar, Senin (1/6/2015), dalam memperingati Hari Pancasila menjadi perbincangan di media sosial. Dalam pidato itu, Jokowi mengungkapkan kekagumannya kepada Soekarno.

"Setiap kali saya berada di Blitar, kota kelahiran proklamator kita, bapak bangsa kita, penggali Pancasila, Bung Karno, hati saya selalu bergetar," kata Jokowi. (kompas.com)



from pekanbaru tribunnews

0 komentar:

Posting Komentar