- Tribun Jakarta
- Warta Kota
- Tribun Jogja
- Tribun Jabar
- Surya
- Tribun Jateng
- Tribun Bali
- Banjarmasin Post
- Sriwijaya Post
- Bangka Pos
- Tribun Batam
- Tribun Jambi
- Serambi Indonesia
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Sumsel
- Pos Kupang
- Pos Belitung
Sisihkan 28 Finalis, Fembiarta dan Silvia Jadi Duta Bahasa Riau
Kamis, 4 Juni 2015 19:16
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Fembiarta Binar dan Silvia Riski terpilih menjadi Duta Bahasa Provinsi Riau 2015. Dalam pemilihan di halaman Balai Bahasa Provinsi Riau, Kamis (4/6), pasangan nomor urut 15 dan 18 ini berhasil menyisihkan 28 finalis lainnya.
Pemilihan Duta Bahasa merupakan agenda rutin yang digelar tiap tahun oleh Balai Bahasa. Dikatakan Koordinator kegiatan, Arpina, tahun ini terdaftar 94 peserta. Sebelum 30 finalis terpilih, seluruh peserta harus mengikuti seleksi berupa tes tertulis. Beda dengan tes ajang bakat lainnya, pemilihan duta bahasa mengharuskan peserta mengikuti Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). UKBI merupakan tes untuk mengukur kemampuan dan kemahiran bahasa Indonesia peserta. Selain itu tes menguji pemahaman wawasan budaya serta kemampuan bahasa Inggris.
"Dari 94 peserta, kita seleksi 30 orang atau 15 pasangan nilai tertinggi untuk masuk final," kata Arpina.
Berlangsung sejak pagi, sebelum menentukan Duta Bahasa terbaik, setiap peserta kembali diuji. Mereka diharuskan menjawab pertanyaan yang diajukan juri. Tiga juri didatangkan sebagai penilai Fakhrunnas MA Jabbar dari kalangan akademisi, Moesthamir Thalib sebagai budayawan dan Hary B Kori'un, jurnalis. Dari Balai Bahasa Riau, Agus Sri Danardana.
Di babak final, wawasan finalis kembali diuji. Mereka diharuskan naik panggung berpasangan namun menjawab pertanyaan juri secara perorangan. Pertanyaan diajukan oleh juri sesuai pilihan peserta. Secara acak, peserta akan memilih nomor sehingga mendapatkan juri yang harus mengajukan pertanyaan pada mereka.
Tidak saja sebatas budaya, penguasaan informasi umum pun diujikan oleh juri. Seperti peserta urut 20 Nicky Fiolita mendapatkan pertanyaan tentang konflik agraria di Riau. Diajukan oleh Hary B Kori'un, Nicky diminta memberikan pendapat tentang konflik agraria di Riau yang sering terjadi. Meskipun peserta memilih juri untuk pertanyaan secara acak, juri lain tetap memiliki kesempatan bertanya sesuai tema pertanyaan juri sebelumnya.
Moesthamir Thalib yang merespon pendapat Nicky memperdalam pertanyaan tentang solusi yang bisa diiberikan atasi konflik agraria. Memilih enam pasangan terbaik, peserta dinilai berdasarkan penampilan, pengetahuan, dan bahasa.
Juara pertama Duta Bahasa Provinsi Riau 2015 ini akan mewakili Riau dalam ajang serupa tingkat Regional di Medan.
Menurut Hary saat akan menyampaikan pemenang, secara kualitas peserta hampir merata.
Namun ada beberapa peserta yang memberikan jawaban berbeda dari pertanyaan. Pada calon peserta yang ingin ikut lain kesempatan, dia berpesan agar tidak perlu grogi saat atas panggung. Jika tidak tahu tentang suatu persoalan, sebaiknya mengatakan sehingga juri bisa mengganti pertanyaan. (Riz)
from pekanbaru tribunnews
0 komentar:
Posting Komentar